810 Manual Tech
tentang drag racing
Minggu, 06 Oktober 2013
Pendaftaran Peserta TDR Drag Bike Seri 1, Terakhir Hari Ini!
Farid Sungkar sebagai pemilik FR Action Event (Event Organizer TDR Racing Drag Bike Kudus) menegaskan bahwa mereka tidak akan memberikan tenggang waktu hingga hari 'H' pelaksanaan event. Mengingat mereka harus fokus pada pelaksanaan event yang kadang-kadang juga cukup ribet.
"Mulai tahun ini saya enggak mau ada peserta yang baru mendaftar atau menambah pendaftaran kelas pada hari 'H' event. Kita maunya fokus ke event balapnya saja langsung. Soalnya peserta itu biasanya baru mendaftar pas hari pelaksanaan event. Tapi sekarang kita enggak mau mentolerir hal-hal seperti ini. Kalau mau ikut balap, ya ikut peraturan kami," jelas Farid Sungkar.
"Peraturan adalah peraturan. Maksimal starter yang kami alokaskan, adalah 350 starter. Sekarang baru sekitar 350-an, tapi kami akan menunggu hingga pukul 7.00 malam, kalau masih ada yang mau daftar. Tapi besok slot pendaftaran udah ditutup. Kami lebih mengutamakan kualitas event," tukasnya.
Selain bersuara lantang pada regulasi peserta, Farid juga menambahkan tak bakal memberikan atau menjual pit pass pada orang-orang yang tidak punya kepentingan. Agar pelaksanaan event berlangsung lebih berkualitas. (otosport.co.id)
Tags : Drag Bike, Balap Drag, Drag Bike Kudus, TDR Drag Bike, Kudus Drag Bike,
Kamis, 03 Oktober 2013
ManiakMotor – Kualitas yang terus dibicarakan pada TDR Racing International Drag Bike Championship (TRIDBC) 2013 yang seri pertamanya di Kudus, Jawa Tengah pada 20-21 April 2013 berbuah rekor. Tidak main-main rekornya selama ini yang dikuasai Suzuki FU di Bebek 4-Tak Tune Up s/d 200 cc. Chodox sedang beraksiMesin tegakRekor tercepat di kelas ini dipegang FU Bima yang pernah mencetak 7.484 detik di Banjarnegara, Jateng, itu sesuai data yang ada di maniakmotor.com, maniak para kiliker motor. Rekor ini dipersingkat, lagi-lagi oleh Eko Chodox. Chodox bukan berkendara FU, tapi pakai Honda Sonic. Dia cetak 7.399 detik di babak penyisihan bebek 200 cc. Berarti ini rekor bebek di kelas ini di Indonesia. Itu motor berbendera JFK Vincent Marcelio Amsoil from Jakarta. Katanya sih motor baru kali pertama mengaspal di Indonesia, tepatnya di Kudus ini. Chodox juga baru pertama ‘pegang’ bebek yang diimpor jadi dari Thailand. “Kurang tahu jeroannya seperti apa, yang jelas ini motor kencang saat di test sebelum akhirnya saya beli,” ujar Vincent yang diangguki tim mekanik yang juga tidak tahu menahu seperti apa komponen yang terdapat padame esin bebek ini. Lho kok, mekanik pada nggak tahu, ngapain aja mas... Karbu Mikuni yang masih rahasiaTangki bahan bakar di depang setang kemudiSpeksifikasi dasarnya setara dengan FU. Mesin tegak dan double over head chamshaft alias DOHC. Juga sama-sama berangakat dari dasar mesin yang 150 cc dan tinggal dikorek-korek jadi 200 cc. Bedanya, otak Thailand yang lebih duluan soal drag bike yang mengoreknya. Makanya kuencang, apalagi si Chodox hai loncat Chodox yang memacunya. Bocorannya, mesin kombinasi dengan Honda CBR 150, karburator Mikuni, entah tipe apa yang berdiameter 34 mm. Maklum, mekaniknya sendiri geleng kepala, apalagi portal ini. CDI menggunakan Sindegen, “Lihat saja nanti saat discrut, mudah-mudahan final bisa lebih bagus hasilnya,” rendah Vincent. Menurut Chodox yang jadi joki, motor ini berkarakter seperti Yamaha Jupiter Z, “Cepat naik rpmnya, bodinya pun lebih ringan, saya benaran baru pakai tadi saat penyisihan,” tukas Chodox. Adit BERITA TERKAIT: Hasil Lomba Drag Bike Kudus, Jateng, 21 April 2013 Drag Bike 2013 TDR Kudus; Tiga Pembalap Cetak Di Bawah 7 Detik Di FFA TDR Dr
ManiakMotor – Kualitas yang terus dibicarakan pada TDR Racing International Drag Bike Championship (TRIDBC) 2013 yang seri pertamanya di Kudus, Jawa Tengah pada 20-21 April 2013 berbuah rekor. Tidak main-main rekornya selama ini yang dikuasai Suzuki FU di Bebek 4-Tak Tune Up s/d 200 cc.
Mesin tegak
Itu motor berbendera JFK Vincent Marcelio Amsoil from Jakarta. Katanya sih motor baru kali pertama mengaspal di Indonesia, tepatnya di Kudus ini. Chodox juga baru pertama ‘pegang’ bebek yang diimpor jadi dari Thailand. “Kurang tahu jeroannya seperti apa, yang jelas ini motor kencang saat di test sebelum akhirnya saya beli,” ujar Vincent yang diangguki tim mekanik yang juga tidak tahu menahu seperti apa komponen yang terdapat padame esin bebek ini. Lho kok, mekanik pada nggak tahu, ngapain aja mas...
Tangki bahan bakar di depang setang kemudi
Bocorannya, mesin kombinasi dengan Honda CBR 150, karburator Mikuni, entah tipe apa yang berdiameter 34 mm. Maklum, mekaniknya sendiri geleng kepala, apalagi portal ini. CDI menggunakan Sindegen, “Lihat saja nanti saatdiscrut, mudah-mudahan final bisa lebih bagus hasilnya,” rendah Vincent.
Menurut Chodox yang jadi joki, motor ini berkarakter seperti Yamaha Jupiter Z, “Cepat naik rpmnya, bodinya pun lebih ringan, saya benaran baru pakai tadi saat penyisihan,” tukas Chodox. Adit
BERITA TERKAIT:
drag racing
DRAG BIKE 2013 TDR KUDUS; TIGA PEMBALAP CETAK DI BAWAH 7 DETIK DI FFA
- Created on Sunday, 21 April 2013 23:17
ManiakMotor – Tiga pembalap berlari di bawah 7 detik di FFA (free for all) Super Open s/d 450 cc pada TDR Racing International Drag Bike Championship (TRIDBC) 2013. Lomba yang diadakan di Jl. Lingkar Pati Utara, Kudus, Jateng, 21 April 2013 itu memang dihadiri dua KTM 250SX dari tim PME Abirawa DMC GM dan milik Anker Sport Hariot Keyspeed IRC Lupromax GM.
Paling utama lagi, treknya mendukung dengan pori-pori aspal yang besar di seputaran garis start. Traksi ban mendapat gigitan dari aspal atau sebaliknya. Makanya ada tiga pembalap yang bisa mencetak di bawah 7 detik. “Power motor jalan sejak dari start,” jelas Eko Chodox salah satu joki yang mencetak 6.985 detik dengan KTM milik Abirawa.
Tetapi catatan Chodox itu hanya urutan ketiga, brosist. Masih ada yang lebih cepat dari dia, yakni Adi S Tuyul (6.943 detik) dan Imam Ceper yang mencatat 6.924 detik. Dari deretan catatan itu, Ceper yang paling kencang. Semua catatan ini didapat saat penyisihan. Sedang final hanya Tuyul yang bisa berlari di bawah 7 detik atau 6.959 detik.
Sebenarnya catatan dipegang Ceper di penyisihan itu sangat cepat, itu kalau Chodox belum mencetak 6.776 detik. Lagi pula di Kudus lebih adil dan rata, karena ada tiga pembalap yang bisa di bawah 7 detik, jadi bukan seorang saja seperti dilakukan Chodox di Senayan. “Saya yakin suatu ketika, catatan Chodox itu masih bisa dipecahkan. Asal penataan event dan pemilihan sirkuit seperti di lomba TDR ini,” ujar Ceper yang final malah jadi ke-2 dan tidak mampu berlari di bawah 7 detik.
Sementara itu, Bebek Tune Up s/d 200 cc yang penyisihan bikin rekor 7,399 detik, di final Chodox yang jadi joki Honda Sonic from JFK Vincent Marcelio Amsoil ini kembali mempertajamnya menjadi 7,394 detik, tipis memang. Tapi justru di drag bike yang tipis itu lah yang menentukan. Adit
Joki Drag Bike Wanita Mulai Turun Lintasan Road Race
Kita sering menemukan kaum pria yang memiliki status sebagai pengendara tercepat. Namun bukan berarti kaum wanita tak mampu melakukannya.
Dunia balap kini tak hanya identik dengan laki-laki. Wanita pun sekarang memberikan andil besar dalam kehidupan balap tanah air. Tak sekadar menjadi pemanis lintasan balap, mereka juga turut bertarung di lintasan balap. Baik di dunia balap road race atau drag bike, kini tidaklah sulit untuk kita jumpai pembalap-pembalap wanita.
Balap drag bike yang selalu identik dengan balapan milik pria saat ini juga sebagian dimiliki oleh wanita. Tak hanya bermodalkan wajah cantik saja untuk bisa menarik perhatian khalayak ramai. Sesekali tampilan mereka bikin lelaki panas. Tatkala mereka mampu taklukkan para pria di tengah lintasan.Sabrina Sameh mulai tekuni road raceDi arena balap drag bike kini bermunculan joki-joki wanita. Dua joki itu berangkat dari Kota Bandung, Jawa Barat. Indri Barbie, yang sudah memulai debut balapnya di trek lurus pada tahun 2011 silam. Tak puas dengan kuda besi yang hanya melintasi trek tak berliku, dirinya hijrah ke balap road race di pertengahan 2012 dan memilih hengkang dari balap drag bike yang pernah membesarkan namanya.
"Lebih memilih road race karena bisa mengasah skill, lebih menantang dan ketika balap road race rame-rame jadi kayak lebih memacu adrenalin gakkayak di drag bike," curhat mojang Bandung itu.
Sabrina Sameh, namanya tak kalah tenar dengan artis yang mulai tersohor. Bak seorang bintang, kini gerak-geriknya kerap jadi bidikan wartawan motorsport. Sosoknya yang ramah dan murah senyum menjadikan banyak orang tak segan untuk menghampirinya.Indri Barbie semakin eksis di ajang road race"Turun balap sudah sejak lama sih. Bahkan sudah sejak SD, tapi dulu masih ikut balap liar," cetus Sabrina yang sejak akhir tahun 2012 tekuni kejuaraan resmi drag bike. Memiliki wajah yang ayu dengan rambut panjanganya menjadi keistimewaan tersendiri bagi Sabrina.
"Pertama kali saya ikut balap karena dikasih motor. Dan motor tersebut langsung saya bore up menjadi 155cc," imbuhnya ketika ditemui saat mengikuti event balap drag bike di Delta Mas Cikarang, Jawa Barat. Kini seiring berjalannya waktu, Sabrina juga menginjakkan kakinya di balap road race. Tampilan perdananya terlihat pada Seri 2 balap matic di Sirkuit Gery Mang akhir pekan kemarin.
Satu lagi pembalap wanita yang juga berada di dua dunia. Qholylla Ardillah, pembalap cewek asal Surabaya, Jawa Timur. Selain menjajal kemampuannya di balap drag bike, pembalap dengan sapaan akrab Lyla ini juga pernah terlihat mamacu motor balapnya di seri matic race di Sirkuit Gokart Sentul, Bogor pada bulan April lalu.Lylla, dari drag bike sudah coba road race
Selasa, 01 Oktober 2013
REKOR DRAG BIKE TERCEPAT FFA 250cc 2 tak
Postingan ini di dedikasikan kepada drag biker pada umumnya dan drag
bike mania maupun drag biker nyang udah mampir ke blog ini pada kususnya
hehehe SALUT gw pencarian melalui search engine dengan kata ” drag
bike ” udah menduduki peringkat satu,sebage “pengantar” drag bike mania
nyasar di blog ini, 
So..sebage obrolan pembuka saatnya drag bike mania “ngumpul” lagi menge tengahken REKOR FASTEST DRAG BIKE FFA s/d 250 cc 2tak semua juga tau lah kelas nyang ini merupakan kelas puncak drag bike nasional jika mencetak fastest disana ya jelas jadi FASTEST INDONESIAN DRAG BIKE
So..sebage obrolan pembuka saatnya drag bike mania “ngumpul” lagi menge tengahken REKOR FASTEST DRAG BIKE FFA s/d 250 cc 2tak semua juga tau lah kelas nyang ini merupakan kelas puncak drag bike nasional jika mencetak fastest disana ya jelas jadi FASTEST INDONESIAN DRAG BIKE
REKOR FASTEST DRAG BIKE NASIONAL dicetak oleh tim MIHAMA dengan
sebuah motor drag mesin 2tak yamaha yz 250 jebolan taun 92′ dan sapa
lagi kalo bukan maestro drag biker Eko kodok sebage pembalapnya dan kali
ini M.yusron sebage mekanik nya
Catatan waktu terbaik nya belum terpecahkan hingga saat ini .
waktu tercepatnya 7,1 detik pada lintasan trek 201 m .dan kemungkinan akan terus dipersingkat sesuai perkembangan risetnya saat ini.
Catatan waktu terbaik nya belum terpecahkan hingga saat ini .
waktu tercepatnya 7,1 detik pada lintasan trek 201 m .dan kemungkinan akan terus dipersingkat sesuai perkembangan risetnya saat ini.
Salam drag bike
Riset terus bro
Riset terus bro
Jelang Drag Bike Kudus, Pakai Aturan Bobot Ringan
ManiakMotor – Titel
drag bike ini internasional, mainnya di Kudus, Jawa tengah. Pesertanya
juga kebanyakan berbahasa Jawa, meleset dikit pakai logat Jakarta, tapi
100 persen pakai bahasa Indonesia. Memang begitu tiga seri TDR Racing
International Drag Bike Championship (TRIDBC) 2013. Seri pertamanya
20-21 April 2013 di Jln, Lingkar Jati Utara, Kudus, Jawa Tengah.
International
di dalam logo event ada maksudnya. Aturan lombanya internasioal yang
diadopsi dari drag bike Thailand. “Pengumpul poin terbanyak akan
diberangkatkan ke Thailand untuk mengikuti final racenya. Mereka melawan
jagoan Thailand seperti tahun-tahun sebelumnya,” buka Benny Rachmawan,
selaku punggawa dari TDR Racing Indonesia.
Apa pun yang tebaik harus ditiru. Standar drag strip di Thailand jauh berbeda. Di Thailand lintasannya
permanen sepanjang 1,2 km dengan lebar tiap lintasan 5 meter. “Kondisi
lintasannya pun mulus namun dengan pori-pori yang besar sehingga ban
meenggigit,” kata Toni Chupank yang beberapa kali mencicipi drag strip di sana. Iya, Pank, kalau di Indonesia, lintasannya bopeng, yang mulus di Sentul saja...
Semoga di Kudus besok lintasannya tidak bopeng.
Walau sirkuitnya dari jalan raya, tapi telah ditata agar mendekati
standar. Terutama standar keselamatannya seperti jarak pengereman,
minimum 200 meter. Tujuan event ini lebih pada kualitas ketimbang
banyak-banyakan peserta. Itu janji penata eventnya yang dipimpim orang
Alqaedah, hehe. Namanya Frryd Sungkar yang terkenal penyulap jalan raya jadi sangat layak balapan.
Karena sasarannya
Thailand, kelas pengumpul poin terbanyak terfokus di Matic Tune-Up s/d
155 cc, Matic Tune-Up s/d 200 cc dan Super Matic alias kelas bebas
khusus matik. Tiga kelas ini yang menjadi utama. Aturan bobot pada tiga kelas tersebut juga
bukan aturan kejurnas drag bike Indonesia, tapi aturan Thailand. “Matik
155 dan 200 minimum 105 kg dan Super Matik 90 kg, semua dihitung
bersama joki,” sambar Utomo, selaku pemilik tim TSS Adnoc yang hapal
luar kepala. Maklum bro, langganan juara. Di Indonesia ketiga kelas ini
diharuskan berbobot minimum 115 kg bersama joki.
Bukan berarti kelas
lain tidak dipertandingkan, tetap sama kelas-kelasnya seperti drag bike
biasanya. Bahkan setiap kelas ada hadiah yang menarik dikeluarkan Mitra
2000 selaku pemengang merek TDR, YSS, dan Comet. Itu dihitung per item,
semakin suku cadang TDR yang dipkai semakin banyak juga tambahan rupiah
yang didapat jika podium 1-3. “Jangan khawatir, dari 10 kelas yang
dilombakan, tujuh di antaranya merupakan kelas non matik atau bisa
diikuti motor yang pakai persneling, adil kan?” tukas Benny.
Langganan:
Komentar (Atom)